Pilih cerdas atau pintar

image

Pada dasarnya manusia memiliki cara berfikir sendiri sendiri dan taraf pemahaman yg sendiri sendiri. Jika kita perhatikan…tidak ada anak yg bodoh atau pintar. Tapi anak yg lambat atau kurang tepat memahami dan merespon suatu masalah dan kondisi, dan anak yg cepat dan benar dalam memahami dan merespon suatu kondisi.
Jika kita perhatikan lagi…anak yg pintar adalah anak yg cepat memahami suatu kondisi dan mersponnya sesuai aturan dan batasan yg ada. Ntah itu batasan dari diri sendiri atau orang lain. Sebagai contoh anak penurut yg pintar…dia akan cepat menguasai bidang yg ia tekuni tapi pandangan dan sikapnya akan terkotak pada bidang yg ia tekuni saja. Anak seperti ini akan mudah stress dan tidak berani out of the box.
Maka janganlah mendidik anak dengan kondisi agar ia pintar. Karena dia hanya akan jadi seseorang yg tidak dinamis…yg tidak siap menghadapi tantangan nantinya.
Tapi didiklah anak menjadi anak yang cerdas. Anak yg cerdas adalah anak yg mudah memahami suatu kondisi tanpa terbatas pada batasan serta berani mengambil sikap di luar batasan tersebut.
Sebagai misal…perbedaan anak yg cerdas dan yg pintar saat menghadapi sebuah ujian.
Anak yg pintar..dia akan belajar sebelum ujian. Dan mempersiapkan segalanya. Dan ketika ujian di mulai, dia akan mengerjakan soal soal itu dengan seluruh kemampuannya. Dan jika dia tidak bisa menjawab atau tidak yakin dengan jawabannya. Maka dia akan menggali lebih dalam pengetahuannya sendiri. Jika gagal juga, dia akan mengosongi atau menjawab sekenanya.
Tapi anak cerdas berbeda. Saat akan ujian, dia mempelajarinya dengan secukupnya. Saat ujian tiba, dia akan menjawab pertanyaan yg mampu ia jawab dengan taktis. Menganalisa waktu dan kondisi ruangan. Bahkan mempersiapkan sebuah contekan, lalu menyontek teman. Dia akan melakukan tindakan untuk mencari sebuah jawaban yg benar saat dia tidak bisa menjawab soal sendiri. Tentu dengan mempertimbangkan resiko dan peluang. Karena anak yg cerdas adalah anak yg tahu tujuannya dan jalan untuk mencapai tujuannya.

Tujuan ujian adalah mendapatkan hasil yg bagus. Sedangkan tujuan sekolah adalah supaya kita tahu dan bisa serta mendapatkan lisensinya secara resmi. Sedangkan Tahu dan bisa tidak harus di dapatkan dengan menghafal kan?. Dan yg terpenting adalah kita bisa mencapai tujuan kita tanpa tanpa merusaknya. Tapi ini tidak membenarkan mencontek itu sah loh…
Banyak Orang di dunia yg sukses karena dia seorang yg cerdas. Yang mampu mencapai tujuanya dengan segala resiko dan rintangannya, sedangkan orang yg pintar hanya akan jadi orang yg mengekor orang lain,atau terpaku pada aturan yg justru mengurungnya.
So…ini semua hanya berlaku untuk urusan duniawi…jika sudah berurusan akhirat. Saya kira kita harus jadi orang yg pintar. Karena urusan akhirat bersifat “sami’na wa ato’na”. Dan itu sifatnya mutlaq.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s